
PELALAWAN- Tepakonline.com, Program Green Policing Polda Riau diwujudkan melalui penanaman 30 bibit pohon buah oleh Polsek Langgam di SMP Negeri 03 Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini menyasar lingkungan sekolah untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam sejak dini.
Penanaman yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut meliputi 15 bibit alpukat dan 15 bibit matoa. Kegiatan dilaksanakan oleh Ps. Kanit Binmas Polsek Langgam Aipda Ramadhan bersama Bhabinkamtibmas Desa Segati Aipda Binhot Hutagalung.
Kapolsek Langgam, Ipda Bambang Hermanto, S.H., M.H., mengatakan penanaman tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan sekaligus dukungan terhadap program Green Policing yang digagas Polda Riau.
“Penanaman bibit pohon buah ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan. Kami berharap bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik, memberikan manfaat bagi lingkungan, serta menjadi contoh bagi masyarakat untuk ikut menjaga dan melestarikan alam,” jelas Ipda Bambang Hermanto.
Ia menegaskan, penghijauan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk institusi pendidikan. Menurut dia, sekolah memiliki peran penting dalam membangun kesadaran generasi muda untuk menjaga lingkungan.
“Melalui program Green Policing, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda di lingkungan sekolah, untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Menjaga alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau kepolisian, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.
Selain mendukung penghijauan, penanaman pohon buah di lingkungan sekolah diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan meningkatkan kualitas lingkungan.
Melalui kegiatan ini, Polsek Langgam berharap kepedulian terhadap kelestarian alam tidak berhenti pada seremoni penanaman.
Perawatan bibit secara berkelanjutan menjadi langkah penting agar 30 pohon tersebut tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah serta masyarakat sekitar. (Rls/Red)

Komentar