
ROKAN HILIR- Tepakonline.com, Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rokan Hilir menggelar aksi pembagian masker gratis kepada masyarakat pada Kamis (8/10/2026) pagi persimpang empat kota bagan siapiapi.
Plt Dinas kesehatan didampingi BPBD Rokan Hilir Kalaksa H. Syafnurizal dari kepolisian Polsek Bangko membagikan masker melihat kondisi kabut di pagi menyelimuti kota Bagan Siapiapi. Langkah ini diambil guna mengantisipasi bahaya paparan kabut asap menyusul memburuknya kualitas udara di wilayah tersebut.
Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan hilir Maria Susanti mengatakan, Pada pagi hari ini, mengingat kondisi cuaca di Rokan Hilir lagi tidak sangat baik dan sehat, maka kami dari Dinas Kesehatan bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Rokan Hilir melaksanakan pembagian masker pada pagi hari ini, hari Kamis tanggal 8 Oktober 2026.
“Diharapkan kepada seluruh masyarakat Rokan Hilir waspada dan jaga kesehatan, keluar rumah menggunakan masker. Karena cuaca sedang tidak sangat sehat bagi kita semua,” ucap Maria Susanti.
Dan kepada anak sekolah yang mungkin hari ini belajar online, jangan keluar rumah. Tetaplah belajar dari rumah, jangan keluyuran di luar. Harapan kami semoga seluruh masyarakat Rokan Hilir sehat selalu, gunakan masker jika keluar rumah.
“Untuk penanganan kasus DBD dan malaria, Dinas Kesehatan sudah menjalankan program kita. Kita sudah melaksanakan PE, penyelidikan epidemiologi. Kita turun ke rumah pasien, melakukan fogging, sudah dilaksanakan,” terang Maria Susanti.
Dan juga kolaborasi dengan pemerintah kecamatan setempat, desa setempat, untuk aktif melaksanakan gotong royong. Karena itu yang utama. Jadi tidak ada gunanya kita fogging tapi kondisi masih jorok, masih kotor.
“Jadi harapan kita semua, mari kita bergotong royong bekerja sama membersihkan lingkungan di sekitar rumah. Jadi harapan semoga nanti DBD dan malaria bisa kita atasi bersama-sama,” harap Maria Susanti.
Ditempat yang sama BPBD Rokan Hilir H. Syafnurizal menyampaikan, Berdasarkan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Dinas Lingkungan Hidup, kualitas udara di Rokan Hilir saat ini berada pada kategori tidak sehat.
“Kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah Rokan Hilir dipastikan merupakan asap kiriman dari sejumlah daerah tetangga di Sumatra, seperti Sumatra Selatan, Jambi, Bengkulu, dan Lampung,” papar H. Syafnurizal.
Pihak BPBD Rokan Hilir menyampaikan bahwa wilayah Rokan Hilir sebenarnya telah mencatatkan nihil titik api (zero hotspot) selama satu bulan terakhir. Namun, tingginya jumlah titik panas di wilayah tetangga.
“Seperti Sumatra Selatan yang terpantau mencapai lebih dari 3.800 titik panas membuat kabut asap terbawa angin hingga ke Rokan Hilir,” imbuhnya.
Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk selalu waspada, menjaga kondisi fisik, dan wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Bagi para siswa yang saat ini melangsungkan proses belajar secara dalam jaringan (daring), diimbau untuk tetap berada di rumah dan tidak beraktivitas atau keluyuran di luar.
Selain itu, pemerintah daerah mengingatkan masyarakat terkait datangnya siklus iklim El Nino yang berpotensi berlangsung hingga Maret 2027. Kondisi cuaca kering ini sangat rawan memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya pada kawasan tanah gambut.
Surat edaran telah diteruskan kepada para penghulu agar warga tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, sebab tindakan tersebut mengancam lingkungan dan memiliki sanksi pidana yang tegas.
Pada kesempatan yang sama, Dinas Kesehatan Rokan Hilir juga memaparkan penanganan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria di wilayahnya. Pihak Dinkes telah menjalankan Penyelidikan Epidemiologi (PE) serta tindakan pemoggingan (fogging) di kediaman pasien.
Dinkes mengimbau seluruh perangkat kecamatan, desa, dan warga untuk aktif bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar, sebab sanitasi yang bersih merupakan kunci utama pencegahan sarang nyamuk.ujarnya mengakhiri. (AH)

Komentar