PEKAT Indonesia Bersatu Rohil Angkat Bicara Terkait Aksi Demo LSM INPEST

Spread the love

ROHIL, Tepakonline.com- PEKAT IB Kabupaten Rokan Hilir Wan Hery Angkat Bicara dan Ketua PEKAT IB Rokan Hilir siap pasang badan untuk Pak Bupati Rokan Hilir, tentang dugaan LSM INPEST dan menyebutnya telah menghina dan membuat kegaduhan.

Ketua PEKAT IB Kabupaten Rokan Hilir Wan Hery menilai, bahwa LSM INPEST tersebut diduga telah menghina. Sebab mereka telah membuat kegaduhan serta asumsi – asumsi liar di tengah masyarakat Kabupaten Rokan Hilir, sebagaimana ditulis oleh seorang awak media. Jum’at 2 Agustus 2024.

PEKAT IB Kabupaten Rokan Hilir yang berjuluk Negeri Seribu Kubah ini menyesalkan tindakan LSM INPEST, yang menurutnya tak relevan, sebab tidak berdomisili di Rohil. Untuk itu Kami dari PEKAT IB Kabupaten Rokan hilir pun mempertanyakan hubungan emosional apa dengan Rohil dan mengapa sibuk mengurus Rohil.

“Ada hubungan emosional apa LSM INPEST dengan Rokan Hilir, setelah kami amati keberadaan dan status Lembaga dan Pengurusnya bukan di Rokan Hilir. Kenapa harus buang energi sibuk urus Rohil ini,” kami dari laskar merasa kesal.

Sebagai LSM atau Organisasi yang ada di Rohil, pihaknya menjadi wajar jika menduga ada oknum oknum yang menunggangi LSM INPEST yang notabenenya tinggal di luar Rohil jadi alat untuk kepentingan di Pilkada 2024 Rohil.

Kami merasa wajar, sebagai organisasi yang ada di Kabupaten Rokan Hilir kami menduga kuat mereka di tunggangi oleh oknum – oknum tertentu menjelang Pilkada 2024 mendatang.

Yang jika dugaannya benar, Menyayangkan kejadian itu, karena dianggap dapat menciptakan kegaduhan ditengah masyarakat serta memperkeruh suasana politik di Kabupaten Rohil menjelang Pilkada 2024 mendatang katanya lagi.

“Kami dari PEKAT IB Kabupaten Rokan hilir berkeyakinan, Bupati Rokan Hilir bijak menyikapi persoalan yang kerap membawa namanya selaku Kepala daerah dan turut mencalonkan diri kembali terhadap manuver dari lawan-lawan politiknya tersebut,” tegas Wan Hery.

Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong merupakan sosok kuat dan bijak. Sebab sebagai kepala daerah yang akan dan dalam proses mengikuti kontestasi Pilkada Rohil 2024 akan datang beliau kemungkinan akan dihadapkan dengan isu – isu yang diduga diciptakan oleh lawan politiknya menjelang Pilkada 2024

Untuk diketahui bersama bahwa menanggapi aksi demontrasi dari video dan berita yang beredar Dimana massa menyebut dirinya dari LSM INPEST melakukan demonstrasi di KPK dan Kejagung RI.

Dalam orasi yang disampaikannya, LSM INPEST meminta KPK dan Kejagung untuk mengusut dugaan penyalahgunaan wewenang, terhadap dana Participating Interes (PI).

Dari PT PHR ke BUMD SPR sebesar Rp 488 Miliar dan Dana Bagi Hasil Sawit (DBH) Sawit. Menanggapi aksi demo tersebut, Bupati Rohil Afrizal Sintong saat dikonfirmasi, Kamis (1/8/2024) malam menyebutkan.

Bahwa aksi yang digelar Inpest di depan kantor KPK dan kantor Kejagung tersebut tanpa dasar. Bahkan, Bupati menduga aksi tersebut ditunggangi oleh oknum-oknum tertentu di tahun politik.

Aksi demo ini tidak berdasar dan diduga di tunggangi oleh oknum-oknum tertentu di tahun politik,” kata Bupati.

Bupati menerangkan, Dana Participating Interest (PI) 10 persen yang diterima oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Rohil pada tahun 2023 sebesar Rp. 488 Milyar melalui PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Dan Penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit sebesar Rp 39 Miliar, penggunaan nya telah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Terkait Dana Bagi Hasil Sawit lanjut Bupati, transfer bukan dilakukan ke rekening BUMD. Melainkan ke rekening pemerintah daerah dan telah digunakan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sebab kata Bupati, penggunaan DBH sawit tersebut sudah ada porsinya seperti pembangunan infrastruktur dan BPJS Ketenagakerjaan.

“Saya selaku Bupati tentu sangat hati-hati sekali0 Karna secara otomatis jabatan saya adalah pemilik modal di dalam perusahaan tersebut dan setiap Tahun, itu juga diaudit oleh Inspektorat dan BPKP,” sebut Bupati.

Jadi sangat keliru sekali melakukan demo di KPK dan di Kejagung. Apalagi orang-orang yang demo tersebut tinggal di Pekanbaru tentu untuk ke Jakarta biaya transportasi nya sangat lah mahal,” pungkasnya. (Tim/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *