Dirut PT. BPR Rohil Bantah Tudingan Korupsi dan Arogansi, Itu Fitnah Serta Provokasi Oknum Oplus_131072

Dirut PT. BPR Rohil Bantah Tudingan Korupsi dan Arogansi, Itu Fitnah Serta Provokasi Oknum

Spread the love

Tepakonline.com, ROHIL- Direktur Utama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Rokan Hilir, Wan Muhammad Kudri, SE, MM, angkat bicara terkait tudingan dari beberapa oknum dan kalangan yang menyebut dirinya arogan, otoriter, serta melakukan praktik korupsi dan nepotisme. Ia menyebut tuduhan tersebut sebagai fitnah yang disebarkan oleh segelintir oknum berkepentingan yang ingin menjatuhkannya.

Dalam pernyataan yang disampaikan Senin malam,(20/10/2025) Wan Muhammad Kudri menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar dan cenderung bersifat provokatif. Ia menyebut ada beberapa karyawan yang memiliki kinerja dan karakter kurang baik, yang kemudian memprovokasi serta menjebak karyawan lain untuk menandatangani petisi.

“Tuduhan itu tidak benar. Ada beberapa karyawan yang dongki, kinerjanya kurang baik, lalu memprovokasi dan menjebak karyawan lain untuk menandatangani petisi. Kini mereka yang terjebak diintimidasi oleh para provokator. Jika keluar dari gerakan, mereka dianggap pengkhianat dan bahkan diancam,” ungkapnya.

Wan Muhammad Kudri juga mengungkapkan, bahwa ia telah memperoleh bukti berupa pesan WhatsApp dari oknum yang diduga melakukan intimidasi terhadap karyawan. Isi pesan tersebut menunjukkan adanya tekanan psikologis dan ancaman terhadap mereka yang tidak mengikuti aksi.

“Intinya kawan-kawan, tak usah dipikirkan semua itu, tak usah takut. Anak imau kan sudah tahu siapa kita. Kalau ketahuan nanti siapa yang berkhianat, tahu sendiri akibatnya. Kami juga tahu ini dilakukan karena ada tekanan, tapi kalau tetap dilakukan, kami tak akan peduli dengan kondisi seorang pengkhianat. Sekali pengkhianat, tetaplah pengkhianat,” bunyi salah satu pesan yang dikutip.

Terkait tudingan otoriter dan arogan, WMK menegaskan bahwa seluruh keputusan di BPR Rohil diambil secara kolektif bersama jajaran direksi dan kepala bagian. Ia juga membantah tuduhan korupsi, dengan menyebut bahwa laporan keuangan BPR Rohil diperiksa rutin oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tidak ditemukan pelanggaran fatal.

“Kalau markup dan korupsi jelas fitnah, karena setiap tahun diperiksa OJK dan tidak ada temuan yang sifatnya fatal,” tegasnya.

Sejumlah karyawan BPR Rohil Di paksa melakukan aksi demonstrasi Rabu besok Namun, menurut WMK, sebagian besar peserta aksi tersebut dipaksa dan diintimidasi untuk ikut serta, bahkan diminta membuat pernyataan bahwa aksi dilakukan tanpa paksaan.

“Mereka dipaksa untuk ikut demo, bahkan dipaksa membuat pernyataan bahwa demo tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Padahal mereka diintimidasi dan dimanfaatkan,” paparnya.

Pihak manajemen berharap agar semua pihak dapat menahan diri dan menyelesaikan persoalan secara bijak dan profesional. (Rls/AH).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *