Radio Terus Eksis Walau di Gempur Oleh Kemajuan Dunia Digital

Spread the love

PEKANBARU, Tepakonline.com- Lembaga Penyiaran Radio diharapkan dapat terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman sehingga eksistensi media radio dapat terus dipertahankan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Riau Ikhwan Ridwan saat Pembukan Radio Academy Nasional Riau 2024 yang diselenggarakan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau di salah satu hotel di Pekanbaru, Rabu (29/05/24).

“Memasuki dunia industri dan teknologi 4.0, sejumlah inovasi dan kreasi harus tercipta agar kelangsungan kegiatan komunikasi dan informasi tetap berjalan sesuai dengan kemajuan jaman. Begitu juga dengan penyiaran publik seperti radio dan televisi baik milik pemerintah daerah maupun swasta dan Komunitas”, ujar Ikhwan.

Kondisi saat ini lanjutnya sudah bergeser ke pesaing baru dengan adanya koneksi internet yaitu kanal streaming Youtube yang dapat lebih cepat diakses melalui gawai maupun komputer/ laptop masing-masing pengguna.

Disampaikan Kadiskominfotik Riau Ikhwan Ridwan, radio masa kini harus menciptakan berbagai ide kreatif serta berani bertaruh pada digitalisasi demi meraih minat generasi muda.

“Jika masih banyak peminat dan terjadi regenerasi terhadap generasi muda untuk suka mendengarkan radio, maka tentu saja radio akan tetap bertahan dan eksis ditengah gejolak perkembangan teknologi digital saat ini,” tegasnya.

Ikhwan juga menjelaskan, bahwa radio awalnya hanya menjadi media berita dan informasi. Namun, kini konten siaran radio telah merambah ke berbagai aspek seperti pendidikan, dakwah, hiburan dan sosial.

“Siaran radio analog konvensional saat ini sebenarnya masih bertahan karena jangkauannya mencapai pendengar tanpa koneksi internet. Akan tetapi, konvergensi di dalam dunia radio diperlukan untuk menjaga eksistensi radio itu sendiri di era digital seperti ini,” jelasnya.

Oleh karena itu lanjutnha media konvensional seperti radio ini harus mampu menciptakan suatu konten yang mahal. Hal tersebut dikarenakan relevansi dengan apa yang sedang diminati oleh pendengar merupakan kunci utama untuk menarik minat diantara maraknya konten digital.

Sebab, penyiaran publik seperti radio bisa bertahan karena radio itu sebenarnya hanyalah sebuah medium. Saat teknologi berkembang, radio memiliki jangkauan lebih luas melalui saluran-saluran tanpa frekuensi.

“Kedepannya adaptasi-adaptasi terhadap perkembangan jaman perlu dilakukan. Kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi kunci utama industri kreatif radio bertahan hingga era internet saat ini. Jangan menolak teknologi, tapi jadikan teknologi digital sebagai teman dan sebagai cara untuk terus berkembang,” ujar Ikhwan.

“Saya berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan inovasi dan ide ide baru kepada para penyiaran publik yang ada di Provinsi Riau,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Radio Academy merupakan sebuah program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pelaku industri radio.


Dalam acara ini, peserta akan mendapatkan kesempatan untuk belajar dari para ahli dan praktisi radio yang berpengalaman.

Radio Academy Riau ini menjadi Pilot Project bagi KPI Pusat dan akan digelar di beberapa Provinsi Lainnya di Indonesia.

Radio Academy Riau menghadirkan pembicara Chandra Noviardi Direktir Female Radio, Viliny Lesmana Direktur Pemberitaan Radio Sonora, Dendan Ronggo Aston SM Phonex Radio dan narasumber berkompeten lainnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua KPI Pusat Muhamad Reza, Komisioner KPI Pusat I Made Sunarsa, Muhammad Hasrul Hasan, Minah Susanti, sedangkan dari KPID Riau hadir Ketua Hisam Setiawan dan Komisioner lainnya. (Aharis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *