Polsek Palika Segel 8 Terduga Narkoba Pasca Aksi Warga Oplus_131072

Polsek Palika Segel 8 Terduga Narkoba Pasca Aksi Warga

Spread the love

Tepakonline.com, ROHIL- Dalam mencegah dugaan peredaran narkoba di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, situasi mulai berangsur kondusif pasca aksi warga Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rohil.

Kapolsek Panipahan, Iptu Subiarto Tampubolon, dalam kesempatan itu mengatakan, hingga saat ini masih melakukan penyegelan rumah yang diduga milik bandar narkoba.

“Sampai pagi ini situasi sudah mulai kondusif, beberapa tuntutan masyarakat berupa penyegelan rumah-rumah yang dianggap bandar narkoba yang belum kita police line,” jelas Kapolsek, Rabu (15/4/2026).

Kapolsek Palika Pasir Limau Kapas Subiarto menyebutkan, sejauh ini pihak kepolisian telah melakukan penyegelan terhadap delapan rumah yang diduga terkait aktivitas narkoba.

Sementara itu, tiga rumah lainnya mengalami kerusakan akibat aksi warga.

“Untuk saat ini ada delapan rumah yang sudah kita lakukan penyegelan. Rumah yang dirusak warga sekitar tiga rumah,” terangnya.

Namun, dari hasil pendampingan saat proses penyegelan, polisi tidak menemukan adanya barang bukti narkoba di sejumlah rumah tersebut.

“Kemarin saat penyegelan saya ikut mendampingi beberapa rumah, namun tidak ditemukan adanya narkoba dan memang sudah bersih serta tidak ada penyalahgunaan,” ungkap Subiarto.

Terkait proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi, Kapolsek menyebut seluruhnya telah ditangani oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Rokan Hilir bersama Direktorat Narkoba Polda Riau.

“Untuk saksi sudah diambil alih Satnarkoba Polres Rohil dan tim Dit Narkoba Polda Riau, karena kita fokus pada pemulihan dan menjaga harkamtibmas,” paparnya.

Saat ini, pihak kepolisian lebih mengedepankan langkah persuasif guna meredam situasi agar tidak kembali memanas.

Himbauan terus dilakukan kepada masyarakat, agar tidak melakukan aksi serupa, demi menjaga kamtibmas di wilayah Kecamatan Palika.

Selain itu, polisi juga telah berkoordinasi dengan berbagai elemen masyarakat untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Kami sudah beberapa kali bertemu dengan tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda untuk menyamakan persepsi dalam pemberantasan peredaran narkoba,” tutupnya. (Rls/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *