
ROHIL, Tepakonline.com- Beredar informasi pagi ini salah seorang Santri Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah Simpang Benar Kepenghuluan Ujungtanjung meninggal dunia diduga akibat tersengat listrik di Masjid yang sedang di bangun di Ponpes Bidayatul Hidayah tersebut.
Informasi meninggalnya korban didapat dari Grup Akun Facebook grup Santri Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah Simpang Benar Km 03. Dan di media sosial telah dipostingnya selama 13 sekira Pukul sebelum berita ini ditayangkan. Jum’at 01 September 2023.
Selain ucapan belasungkawa di Group Akun Face Book Group Santri Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah Simpang Benar, ada juga di Akun Medsos atas nama Aden Eyy Aden Eyy 1.
” Innalillahi Wa’innalillahi Hiroji’un, Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Santri Kita Bayu Satrio Bin Wahyono.
Semoga Allah Ampunkan Segala Dosanya,Dan Allah Terima Semua Amal Baiknya…
Al-fatihah,” tulis akun Facebook tersebut.
Dituliskan juga identitas korban, Nama Bayu Satrio Bin Wahyono, Santri Satrio adalah kelas 2 Santri Aliyah asal Pedamaran, pada Kamis 31 Agustus 2023. Tulisannya di postingan itu.
Saat berita ini ditayangkan, postingan tersebut telah mendapat 83 komentar dan 17 kali dibagikan. Salah satunya akun Facebook atas nama Bahrain.
Memastikan informasi yang beredar, salah seorang awak media juga telah melakukan investigasi ke Yayasan Bidayatul Hidayah, dari sumber yang tidak ingin disebut namanya, di TKP mengatakan bahwa, menurut kabarnya Santri yang meninggal itu akibat tersengat aliran listrik dilokasi bangunan masjid yang belum jadi.
” Kejadian simpang siur, ada yang bilang Pukul 4 Sore dan ada yang bilang Pulul 5 sore. Tapi kami melihat Mobil Ambulans tadi malam keluar dari area Pondok Pesantren diperkirakan Pukul sebelas malam, saat lewat dari rumah kami,” ucap warga sekitar pondok pesantren tersebut.
Pemilik Ponpes Bidayatul Hidayah Ustadz Hasan saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat SMS ke No Hp 085263XXXX tidak memberi jawaban atau balasan.
Dan hingga berita ini ditayangkan pihak Ponpes Bidayatul Hidayah belum dapat dihubungi, SMS minta konfirmasi dari awak media itu tidak dijawab. “Bungkam,” ujar salah seorang awak media. (Tim)




